Chapter 17 : Responsibility Accounting and Reporting ; Pertemuan 4
1. Responsibility Accounting and Cost Control -The New Traditional View
Responsibility accounting and reporting adalah alat yang dugunakan oleh manager untuk mengevaluasi atas kegiatan (sumber daya) yang dilakukan oleh perusahaan dengan membandingkan antara budget dan aktual. Perbedaan antara budget dan actual disebut dengan variance. Hasil ini lah yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan atau melakukan perencanaan diperiode selanjutnya. Dalam traditional view, cost control mengikuti hasil evaluasi. Artinya, jika sumber daya yang digunakan (cost) tidak efisien, maka akan dilakukan identifikasi lebih dalam untuk mengetahui sumber permasalahannya dan akan menentukan langkah yang diambil perusahaan selanjutnya.
2. Organizational Structure
Dalan organisasi atau perusahaan, seorang manager tidak boleh bertanggung jawab atas tugas manager yang lainnya. Contohnya, manager produksi tidak bertanggung jawab atas penjualan yang menjadi tanggung jawab manager penjualan.
3. Determining Who Control Cost
Dalam suatu perusahaan, yang berhak mengatur cost adalah orang yang memiliki tugas pokok yang berhubungan dengan cost atau beban yang diberikan kepadanya.
4. Responsibility Reporting
ialah sebuah program yang mencakup semua managemen operasi dimana divisi akuntansi, cost, atau budget menyediakan bantuan teknis dalam laporan pengendalian secara periodik.
5. Fundamental Characteristics of Responsibility Report
- Report should fit the organizations chart
- Report should be consistent in form and content each time they are issued
- Report should be timely
- Report should be issued regularly to enchance their usefulness
- Report Should be easy to understand
- Report should convey sufficient but not excessive detail
- Report should compare actual and budgeted cost/result
- Report should be analytical
- Report for operating management should be stated in physical units as well as in dollars
Chapter 7 Horngren
Sebuah variance merupakan
perbedaan antara hasil actual (actual
result) dan performa yang diharapkan (budgeted
performance). Variance berfungsi sebagai evaluasi dan motivasi terhadap
manajer suatu perusahaan. Variance menyatukan
fungsi perencanaan (planning) dan
manajemen pengendalian dan memfasilitasi management
by exception. Management by exception merupakan sebuah praktik dimana
manajer lebih fokus terhadap keadaan atau area yang tidak beroperasi seperti
yang diharapkan sedangkan untuk area atau keadaan yang sesuai yang diharapkan
manajer akan mengabaikannya. Misalnya, jika suatu variance memberikan efek negatif(penururan) atas income atau owner’s equity maka manajemen akan melakukan penelitian mendalam
kenapa hal tersebut bisa terjadi dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk
menindaklanjuti efek tersebut,hal ini bisa disebut dengan unfavorable variance, berlainan jika suatu variance memiliki efek positif(menambah) income atau owner’s equity maka
manajemen akan mengabaikan hal tersebut, hal ini bisa disebut dengan favorable variance.
Static Budget VS
Flexible Budget
STATIC BUDGET
|
FLEXIBLE BUDGET
|
|
Waktu penyusunan
|
Disusun di awal periode
|
Disusun diakhir masa periode
|
Dasar
penghitungan revenue dan cost
|
Ditentukan di awal periode
|
Menyesuaikan dengan unit Actual
Output
|
Asumsi yang
digunakan
|
Ditentukan di awal periode
|
Memakai asumsi yang digunakan oleh static
budget (ditentukan di awal periode)
|
Lain-lain
|
-
|
Memiliki nama lain: Hypothetical
budget
|
Bersifat retroactively berdasarkan
actual output periode
|

Komentar
Posting Komentar